Mempunyai Prinsip atau Persepsi yang Berbeda Boleh, Namun Merugikan Orang Lain Jangan !

Photo by Meghan Duthu on Unsplash
Photo by Meghan Duthu on Unsplash

Disetiap lingkungan dan perkumpulan manusia yang sering gua datangi dan juga gua masuki, begitu banyak hal-hal yang gua dapatkan, terutama hal yang sering kali dianggap benar ataupun salah, yaitu persepsi dan prinsip. Namun, bagaimana sih cara kita untuk mengetahui bahwa prinsip dan persepsi mereka benar atau salah ? tidak mungkin kan jika setiap orang mempunyai prinsip dan persepsi yang hanya mempunyai sisi yang benar ? bagaimana dengan orang-orang yang merugikan karena orang lain ? apakah mereka tetap mempunyai prinsip yang benar ?

Jadi, di awal kita hidup didunia ini, kita mempunyai prinsip dan juga persepsi yang digunakan untuk menopang pikiran kita dalam melakukan setiap hal, agar kita tidak menjadi sesosok yang labil. Lalu lanjut cerita, selama hidup gua, gua juga sering menemukan dan mendapatkan setiap prinsip atau persepsi yang berasal dari orang-orang disekitar gua. Ya, bermacam-macam style prinsip dan persepsi mereka, dimulai dari yang sangat keras sampai dengan yang sangat lembut. Begitu banyak prinsip dan persepsi yang gua telah dapatkan, gua cukup khawatir dengan persepsi yang mempunyai style cukup keras. Kenapa ? karena bagaimana jika persepsi dia itu dapat merugikan orang lain dan juga “keras” ? bisa-bisa akan banyak orang-orang yang dirugikan karena persepsi dia, sedangkan ia merasa persepsi dia benar dan juga dia susah untuk mengerti.

Okay, dari judul pun kita bisa mempunyai gambaran, kita bisa berpikir apakah persepsi dan prinsip itu benar atau salah, dilihat dari bagaimana dampak dari dua cara pandang hal tersebut, apakah hal tersebut berdampak positif untuk orang lain atau sebaliknya, sangat-sangat berdampak negatif. Dimulai dengan contoh, seorang koruptor mempunyai prinsip bahwa “ketika ada sesuatu hal yang mengubah playground-nya, berarti hal tersebut merupakan sebuah ancaman bagi dia.” Mungkin disini kita bisa melihat, bahwa ia merasa benar untuk melindungi suatu playground-nya dari perubahan hal eksternal, namun sebenarnya prinsip ini benar-benar SALAH. Kenapa ? karena prinsip-nya ini bersifat egois dan juga careless. Jika memang playground dia berdampak positif bagi orang lain, mungkin itu bagus, namun bagaimana jika dia mempunyai playground negatif, seperti seorang wakil rakyat yang mempunyai playground di pemerintahan untuk mengkorupsi uang rakyat dan dia mempunyai persepsi tersebut dengan style keras ? bisa-bisa dia akan sangat merugikan orang lain. ITULAH DIMANA PERSEPSI ITU BISA DIBILANG SALAH DAN HAK DIA UNTUK MEMPUNYAI PERSEPSI DAN PRINSIP ITU HARUS DIUBAH. Sekali lagi, ketika seseorang mempunyai prinsip yang mencakup pihak yang netral, kita harus tahu, apakah tindakan-nya tersebut benar atau jahat, agar prinsip tersebut tidak terpengaruh menjadi dasar  bagi tindakan yang jahat melainkan menjadi dasar motivasi untuk tindakan yang baik.

Dia membuat persepsi dia secara careless (tidak peduli apakah hal yang ia lakukan baik atau buruk), dia merasa bahwa dia benar melindungi playground-nya, namun ia tidak menyadari bahwa suatu ketika jika tindakan ia merugikan orang lain, ia malah tetap memegang teguh prinsip-nya. Itulah yang harus kita tahu apakah persepsi atau prinsip itu merugikan orang lain atau tidak.

Masih banyak persepsi atau cara pandang orang-orang yang sering gua temui namun pemikiran tersebut sering kali berdampak buruk bagi orang-orang lain dan termasuk si pemegang prinsip tersebut, seperti :

  • Nakal disaat muda ngak apa-apa, jangan nakal disaat tua (nakal yang bagaimana dulu? setiap kebiasaan nakal yang ditanam dari muda, sering kali akan terbawa sampai tua dan membuat keluarga hancur)
  • Jangan ganggu hidup gua, ini urusan gua (okay, itu urusan dan hidup lu, tapi jika lu sudah mempunyai masalah dengan seseorang, lu juga sudah menggangu hidup seseorang dan berarti lu didalam persepsi yang salah)
  • Nikah dulu, lalu harta cari bersama (persepsi ini sangat sesat, mungkin gua bakal menjelaskan prinsip dan pemikiran tentang hal ini, hal ini begitu sangat kanker didalam generasi muda kita)
  • Jangan pacaran, tapi langsung nikahin (persepsi ini sangat-sangat buruk, karena bisa berdampak pada kesiapan dan pengetahuan karakter satu sama lain).
  • Diam adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah (sering kali prinsip ini diberikan kepada orang-orang yang pengecut dan juga takut untuk suatu perubahan, padahal ketika kita “say something” suatu hal didalam dunia ini akan mengalami perubahan masa depan, kita bebas untuk mengemukakan pendapat).

Masih banyak sebenarnya persepsi dan prinsip orang-orang yang sering gua dapatkan dan menimbulkan dampak negatif bagi orang-orang disekitarnya. Jadi mungkin bisa gua simpulkan bahwa setiap orang sah-sah saja mempunyai prinsip dan persepsi yang berbeda-beda, namun jika prinsip kita hanya berdampak negatif terhadap diri sendiri, khususnya orang lain, sepertinya persepsi kita salah dan kita harus berusaha merubah prinsip tersebut. Dan bahkan sebenarnya, orang lain layak untuk mengubah prinsip atau cara pandang kita tersebut,  namun tetap dengan penjelasan, statement, mau mendengar, pengertian dan emosional yang baik, sehingga ia sadar dan mau untuk berubah.

Jika ada persepsi dan juga prinsip yang kalian miliki namun masih bingung apakah hal tersebut benar atau tidak, tulis saja dikomentar, mungkin gua bisa bantu-bantu kasih masukan. Ataupun prinsip  orang lain yang lu pernah denger dan ngak enak banget bagi orang-orang disekitar dia ? tulis saja dikomentar, tetap dengan kata-kata yang baik dan sopan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s