Kenapa Orang-orang Menciptakan Label Social Climber ?

Photo by Ben White on Unsplash
Photo by Ben White on Unsplash

Ditahun 2017 ini, akhirnya label baru muncul dan diciptakan oleh masyarakat masa kini yaitu Social Climber. Mereka menglabel orang-orang dengan label tersebut berdasarkan artinya yaitu seseorang yang mencari pengakuan sosial lebih tinggi dari kondisi status yang sebenarnya. Dan akhirnya, karena tindakan orang-orang tersebut yang seperti itu, akhirnya para masyarakat yang menggunakan label tersebut, khususnya di sosial media, lalu menglabel para pelaku tersebut dengan sebutan tadi, yaitu Social Climber.

Pendapat gua soal label Social Climber :

Menurut gua, mereka itu ngak salah ataupun ngak membuat suatu ancaman didalam hidup kita. Mereka hanya melakukan dan berekspresi sesuai dengan apa yang mereka suka, cuma itu. Dari seluruh berita dan informasi yang gua dapatkan, semua para pelaku yang dilabel seorang Social Climber, sama sekali pun tidak mengganggu para teman ataupun orang asing yang sering kali menjudge mereka yaitu seorang Social Climber.

Menurut gua mereka jelas-jelas punya hak untuk berekspresi, mereka berhak mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan usaha mereka selama hal tersebut tidak mengganggu dan mengancam hidup orang lain, terutama orang-orang asing yang ia tidak kenal. Menurut gua mereka berhak loh berekspresi selama mereka tidak melakukan hal-hal yang bersifat konflik. Meskipun ya gua juga tahu, Social Climber itu sebenarnya pun bener-bener gayanya sangat memalukan, gua tau kok, tapi ya hal-hal yang ia lakukan sama sekali menurut gua ngak mengancam ataupun merusak tatanan hidup dan lingkungan kita. So, menurut gua, yang rugi pun sebenarnya dia juga sih, yang malu dia, yang sadar pun dia juga.

Menurut gua, kita ngak berhak menglabel seseorang karena kita “iri/jealous” ngeliat mereka bisa menjadi seorang yang “wah” di kehidupannya, dan sosial media khususnya. Gua pribadi pun ngerasa orang-orang yang membuat label Social Climber pun hanyalah berawal dari sekelompok orang yang tukang iri dan juga haters. Seperti mereka menggunakan sebuah sosial media yaitu Instagram, lalu mereka melihat teman-teman mereka atau orang asing sedang mengepostkan foto-foto yang hedonis dan konsumtif, lalu tiba-tiba mereka pun iri dan jealous karena belum bisa seperti orang-orang tersebut, lalu mereka menglabel orang-orang tersebut dengan sebutan Social Climber. Padahal orang-orang yang dilabel tersebut sama sekali ngak melakukan suatu ancaman ataupun membuat permasalahan terhadap orang lain, meskipun ya sebenarnya pun dia sadar kok bahwa dia punya latar belakang, tetapi ya dia hanya berekspresi sesuai dengan apa yang ia mau. Menurut gua, orang yang menglabel orang lain dengan sebutan Social Climber pun sebenarnya mereka hanya iri dan jealous.

Jadi kesimpulannya, gua pribadi kurang setuju bahwa orang-orang seperti itu dilabel sebagai Social Climber dengan arti yang negatif. Kalian hanya iri menurut gua. Mereka bebas berekspresi, meskipun mereka punya latar belakang. Jangan menutup kebahagiaan seseorang, selama mereka tidak mencari masalah ataupun mengganggu lingkungan kalian, karna kalian ngak pernah tahu apa yang telah dialami mereka sebelumnya. Mereka mungkin memang punya hidup yang susah, berat, dan kekurangan, tapi jika mereka mau berekspresi, berikanlah kesempatan tersebut, kalau bisa, bantu mereka. Bukannya menekan mereka semakin kebawah. Dan kita sama sekali ngak berhak ngelakuin itu, apalagi membuat label tersebut. Kalau kalian ngak suka dengan dia, fitur unfollow, unfriend, dan block itu ada, gunakan lah.

Dan sekali lagi, selama mereka ngak menggangu, ngak mengancam, dan juga ngak membuat masalah terhadap hidup dan lingkungan kita, hal tersebut bukanlah hal yang negatif.

Jika kalian ingin berpendapat, bertanya, berkomentar, tulis saja dibawah dengan kata-kata yang sopan dan juga positif. Mungkin kalian punya opini terhadap label Social Climber atau unek-unek ? tulis aja.

Advertisements

2 thoughts on “Kenapa Orang-orang Menciptakan Label Social Climber ?

  1. Bener bang, menurut saya sih sah” aja selama mereka melakukan itu dengan usahanya sendiri, toh juga tdk merugikan orang lain. Saya kadang heran juga sama orang yang suka ngejudge orang lain karna hanya liat dari satu sisi tanpa liat sisi lainnya

    Like

    1. Sebab itulah sebaiknya kita ngak mudah mengikuti emosi iri atau jealous sesaat, apalagi sampai mengikuti prinsip masyarakat tanpa berpikir matang. Sering kali kita hanya terbawa arus karena takut untuk melakukan hal yang benar.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s