Nakal di Masa Muda, Jangan Sampai Nyesel di Masa Tua

Photo by Ethan Sykes on Unsplash
Photo by Ethan Sykes on Unsplash

Sering kali orang mempunyai pemahaman bahwa “nakal dulu, baru sukses” atau “nakal dulu di hari muda biar di hari tua udah puas”. Sebenarnya pemahaman-pemahaman kaya gitu menurut gua sama sekali ngak ada manfaatnya buat masa depan kita. Alasannya ? okay jadi begini. (nakal maksud gua disini, nakal dalam hal keuangan dan juga waktu)

Sering kali gua menemukan begitu banyak orang tua dan juga orang dewasa yang mengeluh terhadap kehidupannya yang sekarang. Mengeluh karena berkekurangan, mengeluh karena terlilit hutang, dan juga mengeluh segala hal yang berhubungan dengan uang atau ekonomi.

Namun, apakah yang mereka sesalkan ? yaitu masa muda mereka. Sering kali gua mendengarkan penyesalan mereka dikarenakan oleh masa muda mereka yang “bermain-main”. Di masa muda mereka, mereka hanya bermain-main, tidak mau berfokus terhadap karir mereka, dan juga hanya berfoya-foya (setiap pendapatan habis hanya untuk hal yang ngak penting). Dan juga mereka menghabiskan begitu banyak waktu hanya untuk kenikmatan sesaat. Lalu akhirnya sewaktu mereka terbawa arus oleh waktu dan tuntutan zaman, mereka pun menjadi sadar dan juga menyesal terhadap masa dimana mereka masih produktif dan lebih bebas. (karena kalau udah berkeluarga, kita pun sulit untuk bebas).

Dan gua juga berpikir begini, apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai, dan hukum karma itu berlaku. Kenapa gua sambung-sambungin ke arah situ ? coba kita lihat, mana ada orang yang sewaktu dimasa mudanya mensia-siakan waktu dan juga menghambur-hamburkan uang, lalu ketika disaat tua, ia menjadi seorang yang kaya raya dan juga sukses (dengan cara positif). Mungkin hidup orang memang mempunyai jalan yang berbeda-beda, tetapi begitu banyak orang yang terbawa arus kenikmatan semu sampai akhirnya mereka berakhir dalam penyesalan. Sedangkan orang yang sadar dimasa mudanya, dan untuk berubah dengan lebih menghargai hidup, ia sering kali menjadi seseorang yang berhasil.

Jadi, kesimpulannya begini, jikalau kita menyesal ataupun mengeluh karena perekonomian kita suram khususnya di saat dewasa dan berkeluarga, kita harus melihat kembali kebelakang, apa yang telah kita lakukan sebelumnya ? apakah kita mensia-siakan waktu ? apakah kita mempelajari hal-hal yang tidak penting ? apakah kita terjebak di pengajaran-pengajaran yang ngak logis ? karena jikalau kita mempersiapkan masa depan dari sekarang dengan persiapan yang matang, pastinya kita akan siap juga menghadapi tuntutan-tuntutan masa yang akan datang.

Gua menulis ini agar kita tahu bahwa kita ngak bisa kembali kezaman muda ataupun memutar kembali waktu untuk mengulang kembali masa kita dimana yang kita sesalkan sekarang.

Dan tuliskan ini diluar konteks dari “orang-orang penyebab kesusahan orang lain.” Bisa dibilang artikel ini masih didalam konteks diri sendiri.

Jikalau ada yang ingin beropini, bertanya, dan juga berkomentar, tulis aja dibawah dengan kalimat yang baik dan jelas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s